Selasa, 06 Maret 2012

Pelatihan di hotel nusantara

Haluan Ekonomi Harus DI Ubah
JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah harus segera mengubah haluan ekonominya menjadi lebih berpihak ke sektor pertanian. Di sektor pertanian-lah paling banyak orang miskinnya. Salah satu agenda mendesak adalah memberi insentif kepada petani
.
Selain ke sektor pertanian, pemerintah harus memacu pengembangan industri manufaktur yang padat karya. Dalam hal ini, bisa pula ditempuh industrialisasi sektor pertanian yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Latif Adam, akibat pembangunan yang bias ke sektor non-tradeable, pertumbuhan ekonomi yang dicetak relatif tak berkualitas. Indikasinya, pertumbuhan ekonomi tak diiringi dengan pengentasan kemiskinan secara signifikan.
Dia mencatat, penurunan angka kemiskinan dalam 11 tahun terakhir hanya 6,71%. Hal itu dinilai tak sepadan dengan anggaran kemiskinan yang terus meningkat hingga Rp146 triliun pada 2011.
"Artinya dalam satu tahun, pemerintah hanya menurunkan angka kemiskinan rata-rata 0,61%. Jika tak ada akselerasi, target angka kemiskinan 2014 sebesar 8-10% (dari jumlah penduduk) akan sangat berat dicapai. Kemiskinan pada 2014 baru bisa ditekan ke level 10,6%," jelas Latif saat dihubungi, Kamis (5/1/2012).
Lambannya penurunan angka kemiskinan itu secara tidak langsung juga menunjukkan program yang diinisiasi pemerintah tak efektif.
"Problemnya banyak, misalnya kapasitas pelaksana program dan harmonisasi program pemerintah pusat dan daerah," kata Latif.
Secara terpisah, ekonom yang juga anggota Komisi XI Arif Budimanta mengatakan, haluan pembangunan ekonomi harus dievaluasi secara menyeluruh. Pembangunan yang tak berpihak ke sektor pertanian menjadi hal yang patut dicermati. Selama ini pembangunan bias ke sektor jasa dan sektor non-tradeable lainnya yang minim penyerapan tenaga kerja.
Karena itu, Arif mendorong agar penguatan sektor pertanian dan industrialisasi perdesaan jadi perhatian utama. Penguatan sektor pertanian dan industrialisasi perdesaan dengan sendirinya akan menurunkan angka kemiskinan.
"Sebab, saat ini populasi penduduk miskin terbanyak ada di desa. Penduduk miskin di desa mencapai 18,97 juta dibandingkan di kota yang berjumlah 10,59 juta," ujarnya.
Arif juga mendesak pemerintah menjadikan sarana pendidikan sebagai alat untuk mendorong pengentasan kemiskinan. Dari pendidikan itulah, informasi yang tidak simetris di antara kelompok warga bisa ditekan. Sehingga warga miskin juga bisa mendapat akses dan membaca peluang di berbagai bidang. kbc11/kbc5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar